Bola.com, Jakarta - Piala Presiden akan kembali digelar tahun ini. Rencananya turnamen itu akan digelar Juli mendatang sebagai turnamen pramusim.
Namun, ada yang berbeda dari Piala Presiden 2025. PSSI dan panitia pelaksana akan mengundang klub dari luar negeri. Biasanya ajang itu hanya diikuti klub lokal yang berlaga di Liga 1 atau Liga 2.
Ketua umum PSSI, Erick Thohir menyebut pihaknya sudah mengirimkan surat ke enam klub luar negeri yang semuanya berasal dari Eropa. Dari enam klub itu, ada satu klub yang memberikan respons positif.
“Kita sudah mengirim surat ke beberapa klub yang memiliki pemain Indonesia, dari enam surat, sepertinya satu sudah respon, saya belum bisa ngomong,” ujar Erick Thohir.
Berita video mulai dari Presiden Joko Widodo, Presiden FIFA, hingga deretan artis turut hadir dalam pembukaan Piala Dunia U-17 2023 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya, Jumat (10/11/2023).
Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)
Harus Empat
Menurut Erick Thohir, nantinya pihaknya menargetkan empat klub luar negeri yang mengikuti Piala Presiden 2025. Tidak ada kompromi soal kuota klub luar negeri itu.
Lebih lanjut, Erick Thohir menyebut empat klub luar negeri yang akan ikut serta ke Piala Presiden 2025 akan segera diumumkan begitu ada respons positif dari mereka.
“Kan tidak mungkin kita umumin kalau ternyata dari tim luar negeri tidak empat, kan minimalnya kan empat yang kita harapkan,” jelas Erick Thohir.
Hadiah Fantastis
Piala Presiden memiliki hadiah yang fantastis untuk ukuran turnamen pramusim. Bahkan, tak jarang hadiah turnamen itu jauh lebih besar ketimbang hadiah tim juara Liga 1.
Misalnya yang terjadi di Piala Presiden 2024. Tim juara turnamen pramusim tahun lalu mendapatkan hadiah juara mencapai Rp5 miliar.
Hal itu yang tak jarang membuat klub terlalu menganggap serius kehadiran Piala Presiden, bahkan mengorbankan ajang lain yang bersifat resmi.