PSIM Rengkuh Trofi Pegadaian Liga 2, Pelatih Bhayangkara FC Ucapkan Selamat dan Mohon Maaf atas Protes Berlebihan kepada Wasit

1 day ago 4

Bola.com, Solo - Pelatih Bhayangkara FC, Hanim Sugiarto dengan legawa dan berbesar hati mengakui kekalahan timnya dari PSIM Yogyakarta pada laga final Pegadaian Liga 2 2024/2025.

Seperti diketahui, PSIM Yogyakarta menjadi juara Pegadaian Liga 2 2024/2025. Tim asuhan Erwan Hendarwanto menang 2-1 atas Bhayangkara FC lewat pertarungan final melelahkan di Stadion Manahan, Solo, Rabu (26/2/2025).

PSIM Yogyakarta memulai laga dengan membara. Laskar Mataram bahkan mampu membuka keunggulan di menit kesembilan melalui tendangan bebas Rafinha.

Bhayangkara FC menjalani kebangkitan di babak kedua. The Guardian bahkan mampu menyamakan kedudukan ketika laga memasuki menit ke-71.

Felipe Rayan berada di posisi yang tepat untuk menanduk bola. Harlan Suardi tidak berada di posisi yang tepat untuk menahan bola.

Pemain pengganti Roken Tampubolon mencetak gol penentu kemenangan PSIM pada awal masa perpanjangan waktu pertama. Maka semakin lengkap prestasi PSIM sepanjang musim ini.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Laga Seru

Menurut sang juru taktik Bhayangkara FC, pertandingan berlangsung dengan seru dan menarik. Baik timnya maupun PSIM, sama-sama memperagakan permainan menghibur, tempo cepat, dan saling menebar ancaman.

Meski timnya harus gagal meraih gelar juara, Hanim Sugiarto menilai Bhayangkara FC sudah bermain dengan baik dan maksimal. Namun PSIM lebih layak menjadi pemenang dan bisa menyegel gelar juara.

"Selamat untuk PSIM Yogyakarta yang telah meraih gelar juara Liga 2. Pertandingan yang luar biasa, layak dinikmati seluruh pecinta sepak bola Indonesia. Kedua tim bermain agresif, menghibur. Inilah tontonan menarik persepakbolaan Indonesia," tutur Hanim Sugiarto di sesi konferensi pers usai laga.

Insiden Protes ke Wasit

Dalam duel panas di Stadion Manahan ini, sempat ada insiden protes yang dilancarkan sejumlah tim pelatih dan pemain Bhayangkara FC. Terutama saat gol kedua PSIM yang dicetak Roken Tampubolon.

Saat itu Bhayangkara FC dalam situasi ingin memasukkan pemain pengganti, karena satu pemainnya harus meninggalkan lapangan. Praktis The Guardian kekurangan satu anggotanya, dan terjadinya gol kedua lawan.

"Terkait kejadian tadi hingga gol kedua PSIM, sebenarnya kami mau melakukan pergantian pemain karena itu kami protes ke pengawas pertandingan. Seharusnya kami bisa segera bisa memasukkan pemain karena kehilangan satu pemain. Prosesnya cukup lama menurut kami, seharusnya kami bisa komplit," tegas Hanim.

"Kami juga mohon maaf jika respons yang kami lakukan berlebihan atau tidak patut," beber pelatih berusia 37 tahun.

Gagal Juara

Bhayangkara FC gagal mengawinkan prestasi di musim ini. Meski menjadi tim pertama yang menyegel tiket promosi ke Liga 1 musim depan, Ilija Spasojevic dkk. cukup kesulitan meladeni permainan cepat dan ofensif dari PSIM.

"Bagaimanapun laga final semua ingin memenangkan pertandingan. Termasuk kami sudah menyusun rencana dengan baik. Mungkin jalannya kami belum bisa memenangkan pertandingan hari ini," tegas Hanim Sugiarto.

Read Entire Article
Bola Indonesia |