Bek Madura United Berbelasungkawa untuk Affan Kurniawan, Singgung Makna Demokrasi

12 hours ago 4

Bola.com, Jakarta - Bek Madura United, Roger Bonet, menyampaikan duka cita mendalam atas berpulangnya Affan Kurniawan, seorang driver ojek online (ojol) yang meninggal dunia dalam kerusuhan di Jakarta (28/8/2025).

Korban yang masih berusia 21 tahun itu datang ke lokasi bukan untuk menyuarakan aspirasi, tetapi hanya menjalankan tugas mengantarkan paket makanan.

Naas, sebuah kendaraan taktis (rantis) milik Brigade Mobil (Brimob) menabraknya. Walau sempat diantar ke rumah sakit, nyawanya tak tertolong. Affan menjadi martir tindakan represif aparat keamanan dalam mengamankan aksi demonstran.

"Sebelum memulai, ini sulit untuk berbicara tentang sepak bola setelah apa yang terjadi di Jakarta," buka pemain yang karib disapa Ruxi itu dalam sesi jumpa pers pra laga kontra Bali United.

"Saya mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya Affan, driver ojek online. Saya sangat sedih akan hal itu," imbuh pemain Madura United asal Spanyol tersebut.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Seharusnya Melindungi

Pria yang memegang lisensi kepelatihan A UEFA ini mengaku kaget dengan apa yang terjadi di ibu kota. Tepat di saat dia dan rekan-rekannya akan bertanding.

Dari apa yang dia lihat di sosial media, kematian Affan Kurniawan sungguh tragis. Membuatnya khawatir situasi serupa akan terjadi di kemudian hari.

"Saya pikir polisi itu ada untuk melindungi masyarakat. Saya pikir ini tidak boleh terjadi lagi," tegasnya.

Tak Takut Bersuara Lantang

Sebagai ekspatriat, pemain bernama lengkap Roger Bonet Badia itu terbilang berani. Dirinya tak takut menyuarakan kebenaran.

Saat bermain untuk PSIS Semarang pada musim lalu, Ruxi mengungkapkan kasus tunggakan gaji yang mendera. Sejumlah pemain termasuk dirinya tak mendapatkan haknya selama beberapa bulan.

Kasus tersebut pada akhirnya membuat Mahesa Jenar mendapatkan larangan transfer dari FIFA. Hingga saat ini, tunggakan gaji tersebut belum terselesaikan.

Ajari Arti Demokrasi

Kegusaran Ruxi terhadap apa yang terjadi di Indonesia, diungkapkan lewat media sosialnya. Tak sepantasnya masyarakat dikebiri saat menyuarakan pendapatnya.

"Kematian di tangan polisi tidak dapat diterima. Demokrasi berarti melindungi rakyat, bukan membungkam mereka."

"Indonesia harus bercermin, melakukan reformasi, dan memastikan hal ini tidak pernah terjadi lagi. R.I.P."

"Hidup kita mulai berakhir pada hari di mana kita diam terhadap hal-hal yang penting. Keadilan untuk Affan. Keadilan untuk Indonesia," tutupnya.

Read Entire Article
Bola Indonesia |