Bola.com, Jakarta - Empat alumnus Papua Football Academy (PFA) dipanggil untuk gabung training camp Timnas Indonesia U-17.
Pemusatan latihan ini merupakan persiapan Timnas Indonesia U-17 menuju Piala Asia U-17 2026. Keempat pemain berbakat tersebut adalah Peres Akwila Tjoe (Akademi Persija), Yohanes Yapagaimu (Akademi Sepakbola Safin Pati), Yulius Stenly Pigay (Akademi Persebaya), dan Efaldus Sereuw (Akademi Sepakbola Safin Pati).
Training Camp Timnas U-17 akan diselenggarakan dalam dua tahap. Tahap pertama berlangsung di Banjarmasin pada 28 Agustus - 20 September 2025, dilanjutkan dengan tahap kedua di Yogyakarta pada 20 September - 4 Oktober 2025.
Para pemain yang berhasil lolos seleksi pada training camp ini nantinya bergabung dengan skuad Garuda United U-18 yang akan berlaga di kompetisi Elite Pro Academy musim 2025/2026.
PT SKF Industrial Indonesia (SKF) resmi menandatangani MoU bersama PT Freeport Indonesia (PTFI). Kesepakatan ini untuk mendukung Papua Football Academy (PFA) berlaga di Gothia Cup 2025.
Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)
Buah Kerja Keras dan Disiplin
Pelatih Kepala Papua Football Academy, Ardiles Rumbiak, menyambut gembira kabar pemanggilan ini. Ia menegaskan ini adalah buah dari dedikasi dan mental pantang menyerah yang ditanamkan di PFA.
"Kami sangat bangga dan senang mendengar kabar bahwa lulusan Papua Football Academy kembali dipanggil untuk membela Timnas. Ini adalah buah dari kerja keras, disiplin, dan motivasi kuat yang mereka miliki. Tantangan mereka sekarang adalah berjuang lebih keras lagi untuk bisa memastikan tempat di skuat inti," ujar Ardiles.
Lebih lanjut, Ardiles menekankan pemanggilan ini memiliki makna yang jauh lebih besar.
"Ini bukan sekadar prestasi individu. Ini adalah sebuah pintu yang terbuka lebar untuk membuka jalan bagi lebih banyak anak-anak Papua lainnya. Ini adalah bukti nyata yang mengonkretkan slogan kami, 'Dari Tanah Papua untuk Indonesia'. Itu bukanlah sekadar kata-kata, tetapi sebuah janji yang harus kita wujudkan bersama melalui kerja keras dan prestasi."
Sedangkan Janjai Adii, Manager of Sport Management PT Freeport Indonesia, mengatakan hal ini baik untuk karier individu pemain, sebagai pembelajaran untuk pengembangan diri, dan bukti nyata bahwa Anak Papua bisa berkontribusi untuk Indonesia.
"Ini suatu langkah awal yang bagus untuk karir dan nama baik mereka, sekaligus menjadi momen untuk mengembangkan diri serta karier sepak bola mereka. Selain itu, ini juga menjadi bukti kontribusi anak Papua sebagai asset bangsa untuk tim Merah Putih," kata Janjai Adii.
Langkah Awal Menuju Karier Internasional
Keikutsertaan mereka dalam training camp ini merupakan langkah kritis dalam perjalanan karier sepak bola mereka.
Piala Asia U-17 Aadalah ajang bergengsi yang tidak hanya menjadi tolok ukur talenta muda Asia, tetapi juga gerbang menuju Piala Dunia U-17. Kesempatan ini memposisikan keempat alumni PFA sebagai bagian dari generasi emas masa depan sepak bola Indonesia.