Women's Soccer Trilogy, Melengkapi Ekosistem Sepak Bola Putri Indonesia Lewat Pesta di Kudus

11 hours ago 6

Bola.com, Kudus - MilkLife Soccer Challenge All Stars 2026 baru rampung. Namun, rangkaian kompetisi sepak bola putri di Kudus bertajuk Women's Soccer Trilogy belum berakhir. Masih ada Hydroplus Soccer League All Stars 2026 dan Srikandi Merdeka Cup 2026 yang berlangsung pada Juli dan Agustus 2026.

Rangkaian kompetisi sepak bola putri yang digagas oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation ini menghadirkan tiga event, mulai dari skala nasional hingga internasional.

Setelah MilkLife Soccer Challenge All Stars 2026 yang mempertandingkan anak-anak KU10 dan KU12, berikutnya akan ada delapan tim U-15 dan delapan tim U-18 yang merupakan juara dan runner-up seri regional di empat kota berbeda tampil di Hydroplus Soccer League All Stars 2026 pada 5 hingga 12 Juli 2026.

Nantinya akan ada pemain-pemain yang dipilih untuk bergabung dalam dua tim yang menjadi wakil Indonesia di Srikandi Merdeka Cup pada 14 hingga 23 Agustus 2026. Para pemain akan menguji kemampuan menghadapi tim dari enam negara lain, yaitu Malaysia, Thailand, Filipina, Singapura, Arab Saudi, dan Yordania.

Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, menyampaikan kehadiran Women's Soccer Trilogy akan melengkapi ekosistem sepak bola putri yang selama ini sudah diupayakan.

Selain MilkLife Soccer Challenge All Stars dan Hydroplus Soccer League All Stars digelar dengan level nasional dari seri regional, menurutnya perlu ada pelengkap di level internaional.

"Trilogi ini melengkapi ekosistem yang selama ini sudah dibuat, mulai dari MilkLife Soccer Challenge dengan KU10, KU12, dan juga ada KU8, ada pula Hydroplus Soccer League dengan U-15 dan U-18, di mana artinya sudah ada kompetisi yang berjenjang," ujar Yoppy Rosimin.

"Kalau sudah berjenjang, tinggal satu lagi, yaitu tingkat internasional. Kami membuat Srikandi Merdeka Cup sebagai persiapan bagi anak-anak itu nantinya menuju Timnas Indonesia. Nanti akan ada momen di mana Timnas Indonesia dipenuhi oleh alumni dari MilkLife Soccer Challenge," lanjutnya.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Memberikan Pengalaman dan Jam Terbang

Sementara itu, Program Director MilkLife Soccer Challenge dan Hydroplus Soccer League, Teddy Tjahjono, menegaskan Women's Soccer Trilogy diharapkan memberikan hasil apik, yaitu memberikan pengalaman bagi pemain sepak bola putri yang selama ini sudah berjuang mengejar mimpi di lapangan hijau.

"Output nanti pastinya kami ingin memberikan pengalaman yang paling penting kepada adik-adik kita, jam terbang untuk terus bermain sepak bola," ujar Teddy.

"Apalagi bagi adik-adik yang terpilih untuk mengikuti Timnas Indonesia, itu menjadi pengalaman yang sangat berharga, di mana mereka mewakili Merah-Putih, menggunakan jersey Timnas Indonesia dan bertanding dengan tim dari negara lain."

"Kami membayangkan itu sebagai pengalaman berharga, menjadi bekal bagi masa depan mereka untuk terus bermain sepak bola."

"Ini sangat penting, jadi ini akan terus kami upayakan berlanjut ke epannya, sehingga kita melihat mereka semakin matang dan bisa bermain untuk Timnas Indonesia Putri senior suatu saat nanti," lanjutnya.

Memastikan Keberlangsungan Ekosistem Sepak Bola Putri

Women's Soccer Trilogy melalui tiga kompetisi sepak bola putri yang berjenjang dalam tiga bulan ini dinilai oleh Head Coach MilkLife Soccer Challenge, Jacksen F Tiago, bisa menginspirasi sehingga ekosistem sepak bola putri semakin hidup karena potensi yang dimilikinya.

"Menurut saya ini luar biasa. Selama ini kita semua melihat sepak bola putri dan gerakannya sudah mulai ada di Kudus. Searang tinggal berharap semoga ini bisa menjadi inspirasi yang menjangkau lebih luas dan konsisten," ujar Jacksen.

"Rangkaian ini pantas menjadi inspirasi untuk menghidupkan ekosistem sepak bola putri karena potensi yang ada di sana sangat luar biasa," lanjut pelatih asal Brasil itu.

Sementara bagi Timo Scheunemann yang juga menjadi Head Coach MilkLife Soccer Challenge, kehadiran Women's Soccer Trilogy akan membuat orang tua dari persepak bola putri makin yakin ada jalan yang berjenjang bagi anak-anak mereka berkarier di dunia sepak bola.

"Dengan pesta ini di kudus, rangkaian tiga turnamen besar sepak bola putri di Kudus, itu juga akan mengangkat animo semua pihak, terutama grassroot. Urutannya juga pas, dari MilkLife Soccer Challenge U-10 dan U-12, Hydroplus Soccer League U-15 dan U-18, ke timnas U-17," ujar Timo.

"Jadi memang jalurnya sudah ada dan sudah bagus. Bahkan untuk jenjang universitas sudah ada Campus League. Jadi orang tua sudah paham ada jalur seperti itu dan berpikir 'worth it anak saya main di sepak bola putri'," lanjut pelatih kelahiran Kediri berdarah Jerman itu.

Sambutan Positif dari Pegiat Sepak Bola Putri

Kehadiran Women's Soccer Trilogy di Kudus dalam tiga bulan beruntun mendapat sambutan positif. Hal itu dijumpai oleh Bola.com ketika bertemu dengan empat pelatih berbeda yang memimpin tim di MilkLife Soccer Challenge All Stars 2026.

"Senang banget mendengarnya. Saya jadi flashback ke zaman dulu ketika saya juga masih bermain sepak bola. Dulu belum ada, bahkan Popda pun tidak ada," ujar Coach Maya Susmita, pelatih yang menangani tim All Stars Solo.

"Ada pemain yang memang serius berkecimpung di sepak bola. Setelah MilkLife Soccer Challenge, mereka ingin ikut Hydroplus Soccer League, jadi kompetisi berjenjang memang sangat penting," lanjutnya.

Hal Senada juga diungkapkan Sasi Kirana, asisten pelatih tim All Stars Jakarta, yang juga pernah menjadi pemain sepak bola.

Menurutnya, kompetisi berjenjang yang dibuat oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation menjadi contoh pembinaan yang sebenarnya.

"Bahkan ada satu bukti anak-anak MilkLife Soccer Challenge All Stars dari Jakarta tahun lalu, kini dibina dalam satu tim bernama Cipta Cendikia. Mereka juga akan bertanding di Hydroplus Soccer League pekan depan," ujar Sasi.

"Ini menjadi salah satu bukti nyata program ini berhasil dan nyata menghasilkan anak-anak yang pintar bermain sepak bola, mulai dari MilkLife Soccer Challenge naik ke Hydroplus Soccer League. Saya senang dengan adanya program ini dan bangga bisa ikut terlibat di dalamnya," lanjutnya.

Punya Kontribusi Besar bagi Perkembangan Sepak Bola Putri

Sementara bagi pelatih kepala tim All Stars Surabaya, Sai Dong, kehadiran Women's Soccer Trilogy di Kudus ini merupakan agenda yang sangat bagus. Menurutnya, dampak yang bisa muncul dari rangkaian kompetisi ini akan bagus bagi perkembangan sepak bola putri.

"Sangat bagus. Pemain sepak bola putri ini memang butuh lebih banyak kompetisi. Membangun permainan atau skill pemain itu hadir melalui kompetisi. Saya berterima kasih kepada MilkLife Soccer dan Bakti Olahraga Djarum Foundation karena sebagai pegiat sepak bola, kami sangat senang dengan rangkaian event ini," ujar Sai Dong.

Sementara itu, Tri Wulandari, pelatih dari tim All Stars Yogyakarta, menilai deretan kompetisi sepak bola putri ini menjadi panggung yang sangat bagus untuk menularkan minat dan bakat.

"Kontribusinya sangat luar biasa bagi sepak bola putri. Dengan adanya kompetisi-kompetisi seperti ini, sepak bola putri memiliki masa depan yang cerah karena memiliki bank pemain yang banyak opsi, anak-anak yang punya kualitas keren, dan ini menjadi panggung bagi mereka untuk menularkan minat dan bakat mereka. Di sini mereka bisa meningkatkan karakter dan memperbaiki skill serta kemampuan mereka,” ujarnya.

Jadi menarik untuk dinantikan bagaimana Hydroplus Soccer League All Stars 2026 akan berlangsung pada 5 hingga 12 Juli 2026, begitupun dengan Srikandi Merdeka Cup pada 14-23 Agustus 2026.

Read Entire Article
Bola Indonesia |