Tiga Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia Bela Klub BRI Super League, Pengamat: Wajar Saja sih, tapi..

14 hours ago 4

Bola.com, Jakarta - Publik sepak bola Indonesia mendapatkan kejutan dari BRI Super League musim 2025/2026. Kejutan tersebut adalah kehadiran tiga pemain aboard naturalisasi yang notabene andalan Timnas Indonesia

Ketiga pemain yang dimaksud adalah Jordi Amat, Rafael Struck, dan Thom Haye.

Jordi Amat lebih dahulu diketahui publik bermain di BRI Super League setelah diperkenalkan Persija Jakarta sebagai rekrutan barunya. Kemudian, Dewa United memperkenalkan Rafael Struick.

Belum lama ini, publik sepak bola nasional kembali dikejutkan dengan kehadiran Thom Haye yang diperkenalkan Persib Bandung.

Kehadiran ketiganya di kompetisi BRI Super League menimbulkan reaksi pro dan kontra.

Jakarta lagi panas, bukan cuma soal cuaca tapi juga situasi sepak bola! Pelatih Persija buka suara soal kondisi ini dan bahkan membandingkannya dengan suasana di Brasil.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Asyik Saja

Pengamat sepak bola nasional, Kesit Budi Handoyo, mengatakan kehadiran para pemain tersebut wajar-wajar saja karena siapa pun berhak untuk bermain di kompetisi sepak bola Indonesia.

"Mereka bermain di Indonesia, ya asyik asyik aja sih. Setidaknya masyarakat Indonesia akan melihat para pemain aboard tersebut, Thom Haye dan Rafael Struick langsung karena akan bermain reguler di BRI Super League. Kita bisa melihat langsung bagaimana kemampuan mereka sebenarnya," kata Kesit Budi Handoyo, kepada Bola.com, Minggu (31-8-2025).

Menurut pria yang sering tampil sebagai komentator pertandingan sepak bola di beberapa stasiun televisi nasional itu, kemungkinan besar alasan utama mereka hijrah ke klub Indonesia karena persoalan menit bermain.

Faktor Menit Bermain

Rafael Struick terakhir bermain di Australia dengan membela klub Brisbane Roar untuk kompetisi 2024/2025 hanya bermain di 10 pertandingan.

Sedangkan Thom Haye yang musim lalu di membela Almere City, bermain di 29 laga. Kemungkinan faktor usia yang membuat Thom Haye harus tersingkir dari persaingan di kompetisi Eropa.

"Kalau kemudian mereka bermain di Indonesia, menurut saya mungkin di Eropa sudah dianggap performance-nya sudah tidak memungkinkan lagi bersaing di klub-klub Eropa. Kalaupun ada klub-klub Eropa merekrut mereka, jaminan untuk bermain reguler belum pasti juga," ungkapnya.

"Nah, ini kan membuat mereka akan kekurangan menit bermain. Nah, kalau di Indonesia, saya pikir peluang mereka untuk tampil secara reguler sangat terbuka sehingga kemampuannya akan tetap terjaga," tambahnya.

Jaga Performa dan Kualitas

Namun, Kesit berharap meski kompetisi di Indonesia belumlah sebaik di Eropa, Thom Haye dan Rafael Struick harus tetap disiplin dan bekerja keras agar performa dan kualitas mereka tetap terjaga.

"Cuma, mereka berdua harus menyadari bahwa kualitas Liga kita kan masih sebagus Eropa. Di Eropa, walaupun bermain di kasta kedua, kan tetap saja grade-nya berbeda dengan kasta tertinggi di Indonesia. Tetap di Eropa masih lebih kompetitif. Semoga performance kedua pemain itu meningkat, jangan malah ngedrop karena kompetisi belum sebagus di Eropa," kata Kesit Budi Handoyo.

Read Entire Article
Bola Indonesia |