Mengupas Misi Timnas Indonesia di FIFA Matchday Periode Juni: Dongkrak Ranking atau Bangun Chemistry Tim?

13 hours ago 6

Bola.com, Jakarta - Timnas Indonesia dipastikan tak bisa mengundang salah satu dari 48 negara peserta Piala Dunia 2026 pada laga FIFA Matchday periode 1-9 Juni mendatang.

Karena waktunya sangat berdekatan dengan sepak mula pelaksanaan Piala Dunia 2026 yang digelar di AS, Meksiko, dan Kanada, yang dimulai 11 Juni tahun ini.

Pilihan calon lawan Timnas Indonesia paling realistis akan jatuh pada negara-negara yang tak lolos ke Piala Dunia 2026.

Namun keputusan siapa yang akan dihadapi Jay Idzes dkk. nanti tergantung hasil kesepakatan antara PSSI dan John Herdman.

Pada agenda FIFA Matchday kedua tahun ini, tiap negara anggota mendapatkan jatah dua pertandingan. Ada dua opsi misi bagi Timnas Indonesia.

Emil Audero mencatat 94 penyelamatan dalam 21 laga bersama Cremonese di Serie A 2025/2026 dan menjadi kiper dengan saves terbanyak serta rating tertinggi. Performa ini membuka peluangnya jadi kiper utama Timnas Indonesia pada FIFA Series Maret 2026.

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

2 Opsi Misi Timnas Indonesia

Pertama, apakah target pada pertandingan Internasional nanti untuk mengangkat peringkat di daftar rangking FIFA atau kedua bertujuan mematangkan chemistry antarpemain agar mereka bisa menjalankan filosofi bermain yang diinginkan John Herdman.

Pasalnya, awak Timnas Indonesia masih dalam proses adaptasi dengan gaya permainan pelatih asal Inggris yang baru resmi jadi nakhoda sejak 6 Januari lalu itu.

"Jika tujuannya ingin meningkatkan rangking, maka calon lawan harus peringkatnya di atas Timnas Indonesia. Jika untuk memantapkan kerjasama tim, menurut saya lebih baik mencari negara yang urutan ada di bawah. Karena tambahan poin tentu berbeda jika melawan tim yang di atas atau di bawah," kata Gusnul Yakin.

Menurut mantan pelatih Persibo Bojonegoro ini PSSI juga bisa mengkombinasikan dengan mengundang dua tim dengan peringkat di atas dan di bawah sekaligus sebagai lawan Timnas Indonesia.

"Ya, seperti FIFA Series kemarin. Ada Bulgaria yang di atas, dan Saint Kitts and Nevis yang rangkingnya di bawah kita. Saya lihat di FIFA Series lalu Timnas Indonesia main bagus, tapi belum rapih. Nah FIFA Matchday nanti untuk merapikannya," jelasnya.

Usul Lawan Timnas Indonesia pada FIFA Matchday Berikutnya

Untuk laga kombinasi, pengamat sepak bola senior asal Malang ini menyebut China dan Singapura bisa jadi pilihan. "Saya kira China dan Singapura cocok. China di atas, Singapura di bawah kita. Keduanya akan tampil di Piala Asia 2027, jadi bisa sebagai ajang pemanasan. Prestasi Singapura juga sangat bagus di Kualifikasi Piala Asia lalu," ucapnya.

Dua negara ini jadi pilihan realistis, jika konflik di Timur Tengah masih membara hingga bulan Juni mendatang. Alternatif lainnya, Timnas Indonesia bisa menghadapi negara wilayah Asia Timur atau Asia Tengah seperti Korut atau Kirgistan.

"Kalau perang di Timur Tengah belum reda, lebih baik cari lawan dari luar kawasan itu. Selain China dan Singapura, negara seperti Korut dan Kirgistan boleh dicoba. Rangking mereka di atas kita. Dua negara ini juga berada di pot yang sama, jadi Timnas Indonesia tak ketemu mereka di putaran final Piala Asia 2027 nanti," ujarnya. 

Read Entire Article
Bola Indonesia |