Ancaman Mogok PSBS: Gaji Tertunggak Hampir 4 Bulan, Pemain Beri Deadline Jelang Duel Vs Dewa United

9 hours ago 5

Bola.com, Sleman - Situasi internal PSBS Biak memanas jelang lanjutan BRI Super League 2025/2026. Para pemain dan ofisial kompak melakukan aksi menuntut pelunasan gaji yang telah tertunggak hampir empat bulan lamanya.

Kondisi ini membuat skuad PSBS mengambil sikap tegas. Mereka mengancam tidak akan tampil dalam sisa laga musim ini apabila hak-hak mereka tidak segera dipenuhi oleh manajemen klub.

Aksi tersebut mencuat dalam pertemuan internal tim yang digelar di mes klub pada Selasa (5/5/2026) malam WIB. Dalam forum itu, para pemain dan ofisial secara langsung menyuarakan kegelisahan mereka kepada manajemen.

"Pertemuan kita malam hari ini, permintaan dari staf ofisial dan semua pemain terkait kondisi yang sementara mereka lagi alami, yaitu penunggakan gaji mereka yang sudah berjalan hampir empat bulan belum dibayarkan," ujar manajer PSBS, Alexander Yarangga.

"Ini yang menjadi pertanyaan dari teman-teman ofisial dan pemain untuk kami manajemen agar segera bisa menyelesaikan hak-hak mereka," sambungnya.

Pelatih caretaker PSBS Biak, Kahudi Wahyu, meluapkan kekesalan terhadap manajemen klub setelah pemain seperti Luquinhas dan staf tidak menerima hak finansial sejak awal BRI Super League 2025/2026, mulai dari gaji hingga fasilitas, yang dinilai mencer...

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Manajemen Janji Cari Solusi

Menurut Alex, manajemen akan segera menindaklanjuti keluhan tersebut ke jajaran direksi agar persoalan ini bisa segera diselesaikan, mengingat kompetisi akan segera berakhir pada Mei.

"Kami akan melanjutkan ke dewan direksi untuk bisa menyelesaikan hak-hak pemain dan ofisial. Ini menjadi poin utama yang disampaikan kepada manajemen dan akan kami tanggapi dengan serius," katanya.

Pria berusia 39 tahun tersebut juga menegaskan komitmen manajemen untuk menuntaskan musim tanpa gangguan, termasuk menghindari potensi aksi mogok dari pemain.

"Kami tetap berkomitmen menyelesaikan sisa pertandingan. Ini penting agar tidak ada masalah, apalagi sampai pemain mogok bertanding. Mudah-mudahan ada solusi secepatnya," imbuh Alex.

Pemain Pasang Deadline

Di sisi lain, perwakilan pemain PSBS, Nelson Alom, menegaskan bahwa skuad menginginkan kejelasan dan tindakan nyata dari manajemen. Ia menyebut pelunasan gaji menjadi syarat utama sebelum tim kembali bertanding.

"Kami minta gaji yang tertunggak ini dilunasi baru kami mau main lawan Dewa. Kalau ada sumber dana dari mana itu, mekanismenya harus pemain yang didahulukan. Gaji pemain dulu, jangan dipergunakan untuk yang lain," ucap Nelson.

Skuad berjulukan Badai Pasifik itu bahkan memberikan tenggat waktu yang cukup singkat kepada manajemen untuk menunjukkan itikad baik.

"Kami memberikan deadline sampai Kamis, 7 Mei 2026. Kalau tidak ada tindakan, kami tidak mau melakukan latihan dan official training jelang melawan Dewa," tegasnya.

Komentar Asisten Pelatih PSBS

Sementara itu Asisten Pelatih PSBS Kahudi Wahyu Widodo tak menampik kondisi tim memburuk setelah sejumlah pemain memilih hengkang akibat persoalan finansial.

Kahudi secara terbuka menyayangkan kepergian beberapa legiun asing yang dinilai memiliki peran penting dalam tim. Namun, ia juga memahami situasi yang membuat mereka mengambil keputusan.

"Sebagai pelatih saya menyayangkan. Tapi kami juga harus realistis. Mereka datang ke sini untuk bekerja dan mencari nafkah. Ketika kondisi finansial tidak mendukung, itu jadi situasi yang sulit," ujar Kahudi kepada Bola.com, Rabu (6/5/2026).

"Ya apa boleh buat, saya tidak bisa berkomentar. Tapi secara pribadi saya menyayangkan karena kita jelas butuh mereka membantu terutama anak-anak lokal. Untuk pemain asing yang masih ada sekarang lima," sambungnya.

Komitmen di Tengah Ketidakpastian

Di tengah badai yang menerpa, Kahudi melihat secercah harapan dari para pemain yang masih bertahan. Ia menyebut komitmen mereka menjadi kunci untuk menjaga stabilitas tim.

"Saya lihat pemain yang ada masih punya komitmen. Itu yang harus kami jaga, terutama hubungan antara pemain asing dan lokal," kata Kahudi Wahyu Widodo.

Kahudi berharap ada solusi dari manajemen, setidaknya terkait pembayaran sebagian gaji yang tertunggak. Menurutnya, hal tersebut penting untuk menjaga motivasi pemain.

"Saya melihat komitmen anak-anak selama latihan dengan untuk menjaga situasi ini. Saya berharap anak-anak bisa mendapatkan sebagian dari gajinya kalau memang tidak bisa full. Itu untuk menambah motivasi mereka," pintanya.

Seperti diketahui, enam pemain telah meninggalkan tim, termasuk empat legiun asing dan dua pemain lokal. Kondisi ini tak lepas dari tunggakan gaji yang disebut telah mencapai hampir empat bulan.

Kehilangan 6 Pemain

Dampak dari persoalan ini sudah mulai terasa. Setidaknya enam pemain memilih hengkang akibat masalah gaji yang tak kunjung dibayarkan.

Dua di antaranya adalah pemain lokal, Arif Budiyono dan George Brown. Sementara empat lainnya merupakan legiun asing, yakni Ruyery Blanco, Eduardo Barbosa, Kevin Alexander, dan Sandro Embalo.

Absennya para pemain tersebut membuat PSBS dipastikan kehilangan kekuatan dalam tiga laga terakhir musim ini, masing-masing melawan Dewa United, Bhayangkara FC, dan Arema FC.

PSBS yang sudah dipastikan terdegarasi ke kasta kedua dijadwalkan menjamu tim papan atas Dewa United pada pekan ke-31 BRI Super League di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Jumat (8/5/2026) pukul 19.00 WIB.

Yuk Lihat Peta Persaingan

  • 0%suka
  • 0%lucu
  • 0%sedih
  • 0%marah
  • 0%kaget
  • 0%aneh
  • 0%takut
  • 0%takjub
  • Ana Dewi
  • Hendry Wibowo
Read Entire Article
Bola Indonesia |